10 Benda Digunakan Manusia yang Ditiru dari Alam

10 Benda Digunakan Manusia yang Ditiru dari Alam
Para ilmuwan tahu bahwa mereka tidak akan menemukan guru yang lebih baik daripada alam, dan karena itu mereka telah menciptakan sebuah bidang penelitian yang berfokus pada hal-hal yang meniru pada alam yang disebut biomimetika. Berikut 5 material yang digunakan manusia dengan inspirasinya mengambil dari alam:

1. Plastik Biomedis Meniru Teripang

Plastik Biomedis Meniru Teripang

Menggunakan elektroda yang ditanamkan di otak untuk mengobati masalah neurologis bukanlah hal baru, namun plastik keras yang digunakan telah terbukti mengurangi efek positif dari pengobatan. Sekarang para ilmuwan mencari cara melalui kulit teripang sebagai jawaban. 

Mereka telah menciptakan materi dari serat selulosa baik dalam polimer matrik yang menjadikanya longgar atau bisa diikat dalam kondisi yang berbeda.
2. Material Packing Meniru Jamur
Material Packing Meniru Jamur

Jamur telah banyak digunakan orang dalam berbagai hal. Keberadaan jamur tidak hanya ditiru, namun mengambil manfaat untuk membuat kemasaan produk tahan lama. 

Desain Ecovative, sebuah perusahaan di dekat Troy, New York, menggunakan jamur hidup berfilamen untuk mengubah limbah pertanian menjadi serat tangguh yang disebut kitin. Para ilmuwan percaya itu bisa digunakan dalam berbagai macam produk suatu hari nanti termasuk furnitur dan komputer.
3. Perangkat Unik Meniru Virus
Perangkat Unik Meniru Virus

Kemampuan virus ‘untuk merakit diri telah menyebabkan para ilmuwan untuk melakukan sesuatu rekayasa genetik terhadap virus berbahaya. Rekayasa ini dimaksudkan untuk membentuk perangkat yang berfungsi dengan menggunakan kemampuan virus tersebut. 

Salah satu proyek yang sukses dengan mengadaptasi sistem virus yang tidak berbahaya ini adalah mengubah virus menjadi baterai.
4. Filter Meniru Dekomposisi Hutan
 Filter Meniru Dekomposisi Hutan

Sebuah perusahaan Australia menciptakan sebuah produk yang terinspirasi oleh bentuk dekomposisi di lantai hutan dan di tepi sungai, yang bergantung pada cacing, kumbang, dan organisme lain untuk menciptakan sistem pengolahan air limbah alami. Menggunakan “humus” hidup seperti cacing dan kumbang sistem ini berfungsi dengan baik, bahkan tanpa bahan kimia apapunAlami.

5. Struktur Modular Meniru Sel Manusia
Struktur Modular Meniru Sel Manusia

Arsitek Austria Thomas Herzig berhasil merancang modular “sel” yang terinspirasi cara sel biologis dalam membentuk jaringan. 

Sel-sel modular tersebut terbuat dari material PVC atau termoplastik poliuretan dan dipatenkan sebagai “pneumocells.” Setiap pneumocell sangat kedap udara, tahan api, menangkal radiasi matahari. Jika satu sel rusak, sisanya akan terus mendukung struktur dan fleksibel dalam menjaga bentuknya.
6. Semen Meniru Terumbu Karang
Semen Meniru Terumbu Karang

Terinspirasi untuk meniru magnesium karang dan ultrastructures kalsium, Calera Corporation mengembangkan “semen hijau,” ternyata semen karbon dioksida dari pembangkit gas atau batubara dan air laut. Ini berarti teknologi semen baru mengurangi produksi CO2 sebagai limbahnya. Hal ini penting karena semen secara tradisional salah satu penyumbang emisi CO2 di gedung-gedung.

7. Plastik Meniru Pohon
Plastik Meniru Pohon

Dengan melihat karbon dioksida sebagai sumber daya seperti yang tanaman lakukan, Waltham, Massachusetts terinspirasi untuk menggabungkan CO2 dari produksi etanol dan bahan petrokimia dengan katalis untuk membuat polimer, atau plastik. 

Ini bisa berarti daripada menggunakan minyak dan minyak bumi untuk membuat plastik, kita bisa menggunakan CO2 yang dipancarkan dalam proses pengeboran.
8. Lensa Permukaan Meniru Tanaman Venus
Lensa Permukaan Meniru Tanaman Venus

Tanaman penangkap lalat Venus atau Dionaea muscipula, adalah tanaman karnivora yang hidup di lahan basah subtropis di Pantai Timur Amerika Serikat. Menangkap mangsa-terutama serangga dan arakhnida-dengan struktur perangkap yang dibentuk oleh bagian terminal dari masing-masing daun tanaman dan dipicu oleh rambut-rambut kecil pada permukaannya.

Terinspirasi tanaman yang  yang memiliki kemampuan untuk mengubah dari cembung ke cekung untuk menjebak mangsa, sebuah permukaan polimer baru dikembangkan. Permukaan polimer yang dimaksud tercakup dalam lensa kecil yang dapat dipicu untuk mengubah dari cembung ke cekung dan memiliki potensi untuk menjadi “fleksibel.”

9. Perekat basah Meniru Remis
Perekat basah Meniru Remis

Tidak ada perekat buatan manusia saat ini yang dapat menempel pada permukaan basah dan untuk mengatasi hal itu, ilmuwan telah berpaling ke organisme laut, termasuk kerang, untuk mencari solusinya. 

Remis menghasilkan tandan benang kasar yang disebut byssus yang kuat dan dapat menempel pada permukaan termasuk lilin, kaca, tulang, dan logam. Para ilmuwan ingin menciptakan protein khusus yang meniru byssus dari remis.
10. Permukaan Antibakteri Meniru Kulit Hiu
Permukaan Antibakteri Meniru Kulit Hiu

Keberadaan kulit Hiu yang dianggap bebas dari bakteri, menjadi bahan penelitian dari University of Florida. 

Hasil penelitian tersebut direalisasikan oleh Sharklet Technologies untuk mengembangkan sebuah film unik bermotif yang tahan terhadap pertumbuhan organisme. Hal ini dilakukan tanpa bahan kimia melainkan meniru bentuk dan pola yang dibentuk oleh dentikel hiu.

olshopsorg

Leave a comment

  • Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

  • Time Theme

    Responsive, Retina ready, multipurpose WordPress theme
    by Webber & Webber

  • HOTLINE:
    08 999 111 565 (WA)
    email: olshopsorg@gmail.com

  • Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.