7 Kelakuan Induk Hewan Terburuk kepada Anaknya

7 Kelakuan Induk Hewan Terburuk kepada Anaknya
Perilaku buruk induk hewan ini tak patut ditiru oleh hewan lain, apalagi oleh manusia yang memiliki akal budi dan pikiran. 
Semua ibu biasanya sayang terhadap anak nya namun kali ini ada 7 perilaku buruk induk hewan dari sekian banyak jenis hewan di dunia, ada banyak perilaku buruk yang di lakukan oleh induk hewan kepada anaknya. Berikut adalah 7 perilaku buruk induk hewan terhadap anaknya:

1. Hamster

Hamster

Hewan lain yang di kenal akan praktik kanibalisme adalah hamster, hewan ini akan memakan beberapa anaknya saat baru dilahirkan. 

Induk hamster memang mempunyai sifat yang berbeda-beda, terkadang ada yang dapat menyusui dan membesarkan anaknya, adapula yang memakan anaknya sendiri. Seekor induk hamster sekali melahirkan bisa sampai 12 ekor. Induk hamster seringkali hanya menginginkan anaknya yang sehat dan sempuran, bila anaknya terlihat kurang sehat dan sempurna, maka anaknya tersebut akan dimakan hidup-hidup. 
Penyebab lain kenapa induk hamster seringkali memakan anaknya sendiri adalah karena kelaparan, stres, panas, sakit atau karena sensitif terhadap bau tangan manusia yang dimasukkan kedalam kandang, hal lainnya adalah merasa tidak sanggup untuk memelihara anaknya yang jumlahlahnya begitu banyak.
2. Elang hitam Afrika
Elang hitam Afrika

Peringkat kedua untuk perilaku induk hewan terburuk adalah elang hitam afrika. Seekor induk elang hitam afrika umumnya akan bertelur sebanyak 2 butir, namun ketika telur-telur tersebut menetas induk hewan akan memberi makan hanya kepada satu anaknya. 

Ketika anak burung elang tersebut tumbuh besar dan kuat, anak burung tersebut akan mematuk saudaranya yang lebih lemah sampai mati, dilain pihak sang induk hanya melihat pembunuhan tersebut dan membiarkannya.
3. Beruang hitam
Beruang hitam

Umumnya seekor beruang hitam terkenal sebagai induk yang baik, namun adakalanya hal tersebut salah. Seekor beruang hitam dapat memiliki 2 atau 3 anak, akan tetapi yang dia rawat secara sungguh-sungguh hanya satu dan yang lainnya akan diabaikan.

4. Hiu Galapagos
Hiu Galapagos

Sedikit berbeda dengan semut drakula yang hanya semikanibalisme, hiu Galagos benar-benar melakukan kanibalisme. 

Apabila hiu Galapagos akan melahirkan, hiu tersebut akan berenang ke perairan yang dangkal dalam rangka menghindari dari adanya pemangsa. Seekor induk hiu Galapagos umumnya dapat melahirkan 4-16 ekor anak hiu berikuran sekitar 60-80 cm.
Setelah melahirkan, seekor induk hiu galapagos akan pergi ke perairan dalam sedangkan anak-anaknya dibiarkan tinggal dan tumbuh besar diperairan dangkal. Setelah anak-anak hiu cukup besar, mereka akan pergi ke perairan dalam. 
Namun, ancaman terbesar dalam perjalanan ke perairan justru datang dari induknya. Apabila Induk hiu berjumpa dengan anak-anaknya, maka induk hiu tidak segan-segan untuk memangsa anaknya.
5. Semut drakula (Adetomyrma)
Semut drakula (Adetomyrma)

Semut Drakula atau Adetomyrma dikenal sebagai salah satu jenis semut semi kanibalisme. Seekor semut Ratu dari koloni semut drakula ketika melahirkan larva-larva semut, semut ratu tersebut beserta semut pekerja akan membuat pada larva-larva yang dilahirkannya untuk menghisap haemolyphm (semacam darah serangga). 

Meskipun larva-larva tersebut tidak mengalami kematian, namun induk semut begitu tega membiarkan anak-anaknya diperlakukan sebagai makanan untuk koloni.
6. Burung cukcoo
Burung cukcoo

Dari sekian banyak spesies burung didunia, burung cukcoo adalah salah satu yang terkenal dengan kemalasannya dalam membesarkan anak-anak mereka. Umumnya, Induk burung cukcoo akan menempatkan telur-telurnya pada sarang burung jenis lain.

Telur-telur burung cukcoo biasanya menetas lebih awal dari telur jenis burung lain, dan kemudian akan tumbuh pesat. Apabila telur asli dari burung yang mengeraminya menetas, anak-anak burung cukcoo ini seringkali mengusirnya dari sarang sampai terjatuh dari pohon dan akhirnya mati. Dan kemudian, anak-anak burung cukcoo akan tumbuh besar dibawah asuhan induk angkatnya.

7. Panda raksasa
Panda raksasa

Panda raksasa, hewan yang berasal dari negeri tirai bambu ini umumnya bisa melahirkan antara satu sampai tiga anak. Namun apabila panda raksasa melahirkan lebih dari satu anak, maka hanya satu saja yang bisa selamat, kenapa bisa demikian?

Faktanya anak panda yang baru lahir berukuran sangat kecil yaitu sekitar 0,1 kg. Ini berbanding terbalik dengan ukuran induk panda yang beratnya dapat mencapai sekitar 70-100 kg. Induk panda mempunyai perilaku buruk yaitu sering berguling-guling ketika sedang tidur, tanpa disadari oleh induk panda itu sendiri, dia menindih anak-anaknya sehingga mengakibatkan kematian.

olshopsorg

Leave a comment

  • Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

  • Time Theme

    Responsive, Retina ready, multipurpose WordPress theme
    by Webber & Webber

  • HOTLINE:
    08 999 111 565 (WA)
    email: olshopsorg@gmail.com

  • Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.