10 Pukulan K.O Terbaik dalam Sejarah Tinju Dunia

10 Pukulan K.O Terbaik dalam Sejarah Tinju Dunia
Salah satu cabang olahraga dunia yang banyak penggemar dan peminatnya adalah tinju. Sejak diperkenalkan ke publik sebagai salah satu olahraga, tinju kerap kali menyedot antusiasme masyarakat dunia.
Meskipun bisa berakhir berdarah-darah dan terlihat brutal, tetap saja dianggap menarik untuk dijadikan tontonan. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah ketika yang dijagokan berhasil memukul ‘KO’ (knock out) lawannya. 5 ‘Knock-Out’ terbaik dalam sejarah tinju dunia:

1. Muhammad Ali vs. George Foreman

Muhammad Ali vs. George Foreman

Pertarungan dua petinju legendaris ini terjadi untuk kali pertamanya di benua Afrika, tepatnya di Stade du 20 Mai Kinshasha, Republik Demokratis Kongo, pada 30 Oktober 1974. Pertandingan tinju yang mempertemukan Muhammad Ali dan George Foreman berlangsung seru dan alot, karena kedua petinju merupakan jagoan di masanya.

Kedua petinju saling mendominasi di setiap rondenya, Ali yang terkenal dengan kecepatannya pun bahkan harus merasakan kerasnya hantaman Foreman. Namun ketangguhan dan kecerdikan Ali membuat Foreman jatuh ‘KO’ untuk kali pertamanya, di ronde ke-8. Setelah berhasil mengalahkan Foreman, sejak itu Ali menjadi petinju yang sulit dikalahkan hingga 1978.

2. Joe Louis vs. Max Schmeling (Pertemuan Kedua)
Joe Louis vs. Max Schmeling (Pertemuan Kedua)

Di pertemuan pertama antara Joe Louis vs. Max Schmeling pertandingan dimenangkan oleh Max Schmeling, dan itu adalah kali pertamanya Louis jatuh di atas kanvas ring. Namun Louis yang dicatat sejarah berhasil mempertahankan tiga kali gelar juara. 

Berhasil membalaskan dendamnya kepada Max dalam pertemuan kedua pada 22 Juni 1937, di Yankee Stadium, New York. Bahkan Louis meng’KO’ Max sebanyak tiga kali di ronde kesatu, hingga pertandingan dihentikan. Pertandingan itu pun dimenangkan oleh Louis yang memiliki catatan 66 kali menang dalam 70 pertandingan, 52 diantaranya dengan knock out.
3. George Foreman vs. Joe Frazier (Pertemuan Pertama)
George Foreman vs. Joe Frazier (Pertemuan Pertama)

Sementara itu pada 22 Januari 1973, National Stadium di Kingston, Jamaica menjadi saksi pertarungan dua legenda tinju, yakni George Foreman vs. Joe Frazier. Pertarungan sengit yang mempertemukan duan petinju yang berbeda usia cukup jauh antara Foreman (24) dan Frazier (29), memberikan tontonan seru bagi masyarakat dunia, khususnya penduduk Kingston, Jamaika.

Dalam pertarungan tersebut Frazier harus jatuh akibat pukulan telak (knock out) yang dilayangkan Foreman, tiga kali di ronde ke-1 dan dua kali di ronde ke-2 hingga pertandingan dihentikan. Pukulan uppercuts Foremanlah yang menghabisi Frazier. 

Dalam sejarah tinju dunia dan Amerika Serikat, Foreman tercatat sebagai petinju kelas berat terbaik, bahkan di usia 45 tahun ia masih memiliki keberanian untuk berdiri di atas ring dan memenangkan titel juara dunia kelas berat IBF.
4. Muhammad Ali vs. Sonny Liston (Pertemuan Kedua)
Muhammad Ali vs. Sonny Liston (Pertemuan Kedua)

Pertarungan tinju yang berlangsung pada 25 Mei 1965 di St. Dominic Hall, Lewinston, merupakan salah satu pertarungan tinju yang berbau kontroversial. Pertandingan yang mempertemukan legendaris Muhammad Ali vs Sonny Liston, berhasil dimenangkan secara knock out oleh Ali. Si mulut besar tersebut berhasil melayangkan pukulan tangan kanannya secara telak hingga menjatuhkan Sonny Liston di ronde ke-1.

Pukulan yang kemudian tidak pernah terlihat dan dilakukan oleh Ali setelah menjatuhkan Sonny Liston dikenal dengan ‘Phantom Punch’. Yang menjadikan kontroversi dalam pertandingan tersebut adalah ulah Ali dengan provokasinya, ketika Sonny masih terbaring di atas matras Ali berteriak “Ayo bangun!” selama karier tinjunya Muhammad Ali telah memenangkan 56 dari 58 pertandingan, 37 diantaranya dengan ‘knock out.’

5. Sugar Ray Robinson vs. Gene Fullmer (Pertemuan Kedua)
Sugar Ray Robinson vs. Gene Fullmer (Pertemuan Kedua)

Di pertandingan sebelumnya Fullmer berhasil mengalahkan Sugar Ray Robinson. Dan di tahun yang sama tepatnya pada 1 Mei 1957 di Chicago Stadium, Illinois, AS, pertemuan kedua merupakan ajang balas dendam bagi Robinson untuk membalas kekalahannya dari Fulmmer. 

Dan itu dibuktikanya dengan melakukan hook dengan tangan kiri Robinson di ronde ke-5. Fullmer terjatuh keras dan mendarat di atas kanvas, karena terkena pukulan telak Robinson.

Pertarungan antara keduanya pun terjadi dua kali setelah tahun 1957, namun secara titel Fullmer lebih banyak memenangkan dan mempertahankan titel juara kelas menengah.

6. Jack Dempsey vs. Luis Angel Firpo
Jack Dempsey vs. Luis Angel Firpo

Dalam pertanding sarat akan gengsi ini, pemegang sabuk juara dunia kelas berat Jack Dempsey harus menghadapi Luis Angel Firpo sebagai lawannya di Polo Grounds, New York. Firpo merupakan petinju Spanyol pertama dalam sejarah yang mencoba mendapatkan titel juara dunia saat itu.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada 14 September 1923, Dempsey hanya memerlukan dua ronde saja untuk mengkanvaskan Firpo. Meskipun kalah dengan pukulan knock out, Firpo sempat melayangkan pukulan keras yang akan diingat Dempsey. 

Pukulan Firpo menghempaskan tubuh Dempsey jatuh ke tali ring. Namun Dempsey bangkit di ronde ke-2 dan mendaratkan pukulan tangan kirinya di rahang Firpo hingga jatuh di atas kanvas arena. Semenjak kemenangan Dempsey, banyak petinju yang menargetkan untuk menjatuhkan lawan-lawannya di ronde ke-2, artinya lebih efisien dan efektif memukul lawan lebih baik.
7. Roberto Duran vs. Thomas Hearns
Roberto Duran vs. Thomas Hearns

Sementara pertandingan yang berlangsung di Caesar Palace, Las Vegas, pada 15 Juni 1984, akan selalu diingat oleh petinju legendaris Roberto Duran. Dalam pertandingan bergensi tersebut, Roberto Duran harus menghadapi lawan tangguh yakni Thomas ‘Hitman’ Hearn yang memegang juara dunia kelas ringan WBC. 

Dan yang terjadi adalah apa yang telah diperkirakan oleh beberapa media massa di AS, Roberto Duran jatuh akibat pukulan telak Hitman yang membuatnya ‘KO’di ronde ke-2 Setelah berhasil menjatuhkan Roberto Duran, Hitman di tahun yang sama berhasil mempertahankan sabuknya setelah menjatuhkan Marvin Hagler.
8. Marvin Hagler vs. Thomas Hearns
Marvin Hagler vs. Thomas Hearns

Setelah berhasil menjatuhkan Roberto Duran dengan Knock Out, Thomas ‘Hitman’ Hearns kembali bertarung dengan lawan tangguh, Marvin Hagler. 

Pada pertandingan yang berlangsung di Caesar Palace, Las Vegas, pada 15 April 1985, Hitman harus mengalahkan Hagler jika ingin mempertahankan sabuknya. Sementara Hagler merupakan petinju dengan catatan baik, yakni 60 kemenangan yang 50 diantaranya diraih dengan knock out

Berdasarkan laporan majalah The Ring, pertarungan dua petinju tersebut merupakan yang terbaik dalam sejarah. keduanya saling beradu pukulan dalam setiap detiknya, bahkan Hagler harus mengeluarkan darah untuk menjatuhkan Hearns di ronde ke-3. Hingga hitungan kesepuluh sang Hitman hanya mampu menatap langit, hingga wasit menghentikan pertarungan. 

Karena keduanya telah memberikan pertarungan hebat dalam sejarah tinju di Amerika Serikat, wajah Hagler dan Hearns sering terpampang menjadi iklan olahraga selama di era 1980’an.
9. Rocky Marciano vs. Jersey Joe Walcott (Pertemuan Pertama)
Rocky Marciano vs. Jersey Joe Walcott (Pertemuan Pertama)

Joe Walcott baru berhasil meraih titel juara dunia kelas berat di usia 37 tahun. Dan pada pertandingan yang berlangsung pada 23 September 1952, di Municipal Stadium, Philadelphia, AS, ia harus menghadapi Rocky Marciano yang telah 37 kali meng’KO’ lawannya termasuk Joe Louis.

Meski demikian, pertarungan di antara keduanya berlangsung sengit bahkan hingga ronde ke-13. Namun rupanya stamina Walcott tidak sehebat Rocky, bahkan selama pertarungan ia tidak henti-henti harus merapatkan kedua tangannya untuk menahan pukulan. Hingga akhirnya Rocky berhasil menjatuhkan Walcott di ronde terakhir dengan pukulan telak di rahangnya.

10. Mike Tyson vs. Trevor Berbick
Mike Tyson vs. Trevor Berbick

Sementara itu pada pertandingan yang berlangsung di Las Vegas Hilton, Nevada, 22 November 1986, Trevor Berbick harus menghadapi lawan tangguh Mike Tyson. Pertarungan itu pun merupakan kesempatan emas bagi Tyson untuk meraih sabuk juara dunia WBC.

Benar saja, pada pertarungan tersebut Berbick harus merasakan bogem mentah petinju muda Mike Tyson, dan tersungkur di ronde ke-2. 

Bahkan selama wasit menghitung, Berbick dua kali jatuh bangun dan berjalan hingga terjatuh di tali ring. Sementara bagi Tyson berhasil mengknock-out Berbick berarti menjadikannya sebagai petinju termuda yang meraih gelar juara dunia kelas berat WBC.

olshopsorg

Leave a comment

  • Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

  • Time Theme

    Responsive, Retina ready, multipurpose WordPress theme
    by Webber & Webber

  • HOTLINE:
    08 999 111 565 (WA)
    email: olshopsorg@gmail.com

  • Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.