5 Acara yang menjadi Terobosan Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) semenjak memimpin Ibukota terus membuat pesta yang dapat dinikmati semua golongan warga. Pasalnya, mantan walikota Solo ingin mengembalikan Jakarta seperti saat kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin .

Berbagai event Budaya dan kerajinan selalu dipertunjukan oleh politikus PDIP ini untuk memberikan hiburan warga ibu kota. Bahkan Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang biasa digelar di JIEXPO Kemayoran, tahun 2014 akan dialihkan di Monas.

Berbagai event yang sudah dicetuskan oleh Jokowi untuk dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di antaranya PRJ Tandingan. Nah, lalu apa lagi? Berikut ini 5 Acara yang menjadi Terobosan Jokowi :

1. Uji coba ‘PRJ tandingan’ di Monas pada Juli nanti
Uji coba 'PRJ tandingan' di Monas pada Juli nanti

Pagelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) akan diubah konsepnya mulai tahun depan, yakni lebih merakyat. Lokasi acara nantinya tak lagi di JIExpo Kemayoran, melainkan dikawasan Kompleks Monas. Sebelum benar-benar diterapkan tahun depan, PRJ yang dirancang Gubernur Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)akan diuji coba bulan Juli mendatang.

“Juli nanti ada lagi kegiatan. Pak Gubernur yang susun, itu masukan dari Pak Gubernur. Beliau yang rancang,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/6).

Tapi untuk melihat sukses tidaknya acara itu nanti, Pemprov DKI menggelar Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013 pada 14-16 Juni di Silang Monas. Kegiatan itu dijadikan tolak ukur untuk pelaksanaan PRJ. Konsep acara pesta rakyatpada bulan Juli nanti akan menyasar pada usaha mikro seperti dulunya dan bukan tandingan PRJ yang saat ini hanya fokus jual beli barang.

“PRJ barang (punya) kita! Kok tanding? Beda konsep. Kita mau kembalikan konsep PRJ yang dulu,” tegas Ahok.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengungkapkan PPKD merupakan embrio dari PRJ. Di mana dirinya akan mengukur barang-barang apa saja yang dipamerkan hingga pola tempat parkir kendaraan yang akan diterapkan.

2. Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD)
Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD)

Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) merupakan ajang promosi dan menciptakan berbagai karya kreatif di ibu kota. Acara yang sudah digelar sejak tahun 2011 ini berlangsung di Silang Monas Barat Daya Jakarta sejak 14-16 Juni ini. Serangkaian acara itu dibuat menyambut hari Ulang Tahun DKI Jakarta yang ke 486 pada 22 Juni nanti.

“PPKD 2013 merupakan sarana promosi dan kegiatan untuk mendorong terciptanya berbagai karya kreatif di kota Jakarta sesuai dengan keunggulan sumber daya manusia (SDM), dengan kreativitasnya, serta budaya yang dimiliki masing-masing wilayah,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI sekaligus Ketua Penyelenggara PPKD 2013, Andi Baso, dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/6).

Acara ini sekaligus embrio untuk penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) ke depan yang rencananya akan dipindahkan ke Monas. Acara pekan produk kreatif ini akandimulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 21.00 WIB malam. Acara itu tidak dipungut biaya alias gratis.

Di acara PPKD 2013 akan memamerkan bermacam-macam produk kreatif dari seluruh wilayah DKI Jakarta dan berbagai macam pertunjukan hiburan, seperti akrobat jalanan,marawis, parade none jamu, dan lompat tali beregu. Ada juga penampilan khusus Teater Betawi yang menyuguhkan kebudayaan dan kesenian khas Betawi, antara lain pencak silat, tari, wayang dan lenong.

3. Jakarta Fashion & Food Festival (JF3)
Jakarta Fashion & Food Festival (JF3)

Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) yang digelar pada 9-26 Mei lalu di Sentra Kelapa Gading. JF3 merupakan festival tahunan yang diadakan sejak tahun 2004. Dengan mengangkat tema ‘Transforming Indonesia into Global Taste’, Jf3 akan menampilkan Gading Nite Carnival yaitu kemeriahan pesta rakyat yang diisi dengan parade mobil hias, atraksi penari dari berbagai daerah dan ditutup dengan pesta kembang api.

Dari ajang Food Festival, Kampoeng Temp Doeloe (KTD) akan digelar dengan menyajikan 100 jenis makanan di 80 stand makanan yang merupakan para pelaku UKM di bidang kuliner. Dekorasi akan dibuat seperti beberapa bangunan unik peninggalan zaman Belanda di Kota Tua, antara Candra Naya dan Gajah Mada.

Agar dapat bergaung secara global, sejak tahun ke 5 hingga tahun sekarang, JF3 selalu menggelar Wine & Cheese Expo. Bahkan di penghujung acara JF3 ke-10 ini, pada tanggal 26 Mei akan digelar Jakarta Wine & Cheese Run. Dalam acara ini peserta harus berlari sepanjang 10 kilometer (km) dengan menggunakan kostum bertema Science Fiction.

Pemenang kompetisi ini akan memperoleh hadiah utama mengikuti Marathon Du Medoc 2013 di Bordeaux, Perancis pada 7 September 2013. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan JF3 merupakan suatu festival yang dapat dijadikan sebagai tempat pemasaran elit bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jakarta.

“Dengan adanya JF3, Jakarta bisa menjadi tujuan wisata kuliner, karena orang merasa aman menikmati kuliner Jakarta, sehingga akan tumbuh pelaku industri baru, menciptakan banyak pasar. Kita tidak mau pedagang kecil menyewa tempat yang mahal. Ini suatu kombinasi yang harus dilakukan antara fashion dan makanan dijadikan satu tempat sehingga menarik wisatawan,” kata Ahok dalam acara JF3 di Balaikota Jakarta, Kamis (2/5).

4. Car Free Day Nihgt Festival
Car Free Day Nihgt Festival

Pada malam tahun baru 2013, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengadakan acara car free night. Sepanjang jalan protokol, Thamrin dan Sudirman dipasang banyak hiburan dengan 16 panggung hiburan yang sudah disiapkan.

Hiburan tersebut dari musik dangdut sampai rock akan manjakan warga Jakarta menikmati malam tahun baru di Ibu Kota. Nantinya masyarakat bisa bebas menikmati hiburan. Ide Jokowi bikin car free night hanya mencontoh dibekas kota yang ia pimpin, yakni Solo.

“Mencontoh negara Solo, hehehe, yah enggak ada ide negara mana, kita buat kan dari adanya car free day, kenapa tidak dibuat car free night, besok kita lihat gambarannya kan sudah ada,” kata Jokowi (30/12) tahun lalu.

5. Kirab budaya Jakarta
Kirab budaya Jakarta

Pada Oktober tahun lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menggelar acara Kirab Budaya Rakyat Indonesia yang diselenggarakan di depan gedung Balai Kota, Jakarta. Acara yang bertajuk ‘Kesetaraan Jakarta sebagai pusat kebudayaan sebagai berbasis budaya Betawi’ ini diselenggarakan oleh Pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Acara Kirab Budaya Rakyat Indonesia yang diselenggarakan Pemprov DKI masuk ke dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori parade jenis busana tradisional terbanyak. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh perwakilan MURI, Danian Awan Rahargo kepada Gubernur DKI Joko Widodo di Monas, Jakarta, Minggu (28/10) pagi.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda itu diikuti 1.020 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. Sejak pagi tadi seluruh peserta berkumpul di depan Balai Kota Jakarta dan dilepas Jokowi. Mereka menggunakan pakaian daerah masing-masing.

“Ini paling penting sebuah bentuk partisipasi masyarakat dalam ikut memajukan kotanya. Materialnya sudah kita lihat, sehingga ke depan manajemenperencanaan lebih baik dan semuadigarap dengan baik,” kata Jokowi di Monas.

olshopsorg

Leave a comment

  • Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

  • Time Theme

    Responsive, Retina ready, multipurpose WordPress theme
    by Webber & Webber

  • HOTLINE:
    08 999 111 565 (WA)
    email: olshopsorg@gmail.com

  • Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.