10 Fakta soal Pemasungan Marshanda yang Dilakukan Ibunya

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
10 Fakta soal Pemasungan Marshanda yang Dilakukan Ibunya
Siapa yang tak terkejut dengan berita pemasungan yang dialami oleh Marshanda belum lama ini. Apalagi yang melakukan pemasungan itu adalah ibunya sendiri.

Mengapa seorang ibu tega melakukan pemasungan kepada putrinya sendiri? Berjuta pertanyaan pun hinggap di benak hampir semua orang. Ada apa sebenarnya?

Dari keterangan Marshanda, polisi, pengacara dan dokter, didapatkan beberapa fakta soal pemasungan Marshanda. Meski sayangnya, hingga kini belum ada keterangan dari sang ibunda yang diduga sudah bekerja sama dengan beberapa orang untuk memasung putrinya.

Berikut adalah beberapa fakta yang kamu harus tahu. Tak lupa, kita bersama masih menunggu keterangan dari sang ibunda, Berikut 10 Fakta soal Pemasungan Marshanda yang Dilakukan Ibunya,dikutip dari Kapanlagi dan lihat.co.id:

1. 8 Hari
8 Hari
[lihat.co.id] – Setelah sekian lama menghilang dari kejaran awak media, tiba-tiba Marshanda muncul lagi dengan membawa kabar mengejutkan. Lewat pengacara OC Kaligis, perempuan yang akrab disapa Caca itu mengaku kalau dirinya sudah dipasung oleh ibunya sendiri selama 8 hari.
Sejak 26 Juli hingga 2 Agustus, Marshanda terpaksa meringkuk di dalam Rumah Sakit di kamar 106. Awalnya ia disuntik lemas, kemudian dipaksa dirawat di sana selama lebih dari sepekan.
Tentu kabar ini membuat banyak orang terkejut. Seolah masalah tak pernah lepas dari kehidupan pemain sinetron Bidadari itu. Tapi, sebenarnya ada apa dengan Marshanda dan ibunya?
2. Dijaga Preman
Dijaga Preman
[lihat.co.id] – Menurut OC Kaligis, selama kliennya berada kamar 106 Rumah Sakit tersebut, ada beberapa orang preman yang menjaganya. Bahkan, hanya ada 11 orang, termasuk perawat yang diperbolehkan masuk ke kamar Marshanda.
Semua itu tentu saja untuk menjaga agar Marshanda tidak ‘kabur’ dari kamar tempat ia dirawat. Dan diduga, preman-preman itu adalah orang suruhan ibu Marshanda.
Tapi, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai siapa yang membayar preman itu untuk menjaga kamar Marshanda.
3. Dibuat Seolah Gila
Dibuat Seolah Gila
[lihat.co.id] – Masih menurut OC Kaligis, ada beberapa kemungkinan di balik kasus pemasungan Marshanda. Salah satunya adalah kliennya memang sengaja dibuat gila oleh ibunya.
Karena ada sikap dari dokter yang langsung menyuntik Marshanda hingga ia lemas. Padahal, saat itu Marshanda merasa segar bugar dan tak mau menjalani pemeriksaan.
“Kami minta second opinion ke RSPAD, mereka juga heran, ‘Kok baru satu kali diperiksa sudah dibilang sakit (kejiwaan)’,” ungkap OC Kaligis kala dihubungi via telepon, Senin (04/08).
4. Masalah Hak Asuh?
Masalah Hak Asuh?
[lihat.co.id] – Berbagai motivasi dari ibu Marshanda dibeberkan habis-habisan oleh OC Kaligis. Termasuk kemungkinan adanya kerja sama dengan Ben Kasyafani agar Caca tak mendapatkan hak asuh anak.
“Ini saya rasa rekayasa supaya Marshanda kelihatan gila. Dia kan lagi berperkara sama suaminya. Supaya lepas hak asuh anaknya,” ungkap OC Kaligis melalui telepon, Senin (04/08).
Tapi OC Kaligis tak mau berasumsi lebih jauh. Karena hingga detik ini, belum ada kepastian tentang alasan ibunda memasung putrinya tersebut di kamar Rumah Sakit.
5. Siapa Yang Terlibat?
Siapa Yang Terlibat?
[lihat.co.id] – Menurut pengakuan Marshanda kepada OC Kaligis, ada beberapa orang yang diduga terlibat dengan masalah ini. Dan hampir semuanya adalah orang dekat.
Sebelum masuk Rumah Sakit, ia dihubungi oleh Paman, Tante dan beberapa saudaranya yang lain. Mereka mengabarkan kalau ibu Marshanda sedang terkena stroke dan kini dirawat di Rumah Sakit.
Awalnya ia tak mau mendengar kabar itu. Tapi pada akhirnya setuju untuk dibawa keluarganya ke Rumah Sakit. Dan di sanalah Marshanda kemudian disuntik lemas, lalu disekap selama lebih dari sepekan.
6. ATM Berjalan
ATM Berjalan
[lihat.co.id] – OC Kaligis mengungkapkan sebuah fakta lain yang tak kalah mengejutkan dari Marshanda. Ternyata, selama ini bintang sinetron itu dijadikan mesin ATM oleh ibunya.
Kalau ada masalah dengan keuangan yang kurang menguntungkan baginya, sang ibunda langsung mengganti manajer. Dan itu ternyata sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Bila dirunut lagi, sejak ia berusia 7 tahun sudah menjadi ATM berjalan bagi ibunya. Dan saat ingin lepas, terjadilah kasus penyekapan ini.
7. Dikekang Sejak Kecil
Dikekang Sejak Kecil
[lihat.co.id] – Tak hanya dijadikan mesin ATM berjalan sejak kecil, Marshanda juga mendapat kekangan sejak ia masih berusia dini. Terlebih setelah kedua orang tuanya bercerai, tekanan yang ia dapatkan semakin besar.
“Dari umur tujuh tahun Marshanda itu sudah terkekang. Kan bapaknya sudah pisah dari dia umur tujuh tahun,” ungkap OC Kaligis melalui telepon, Senin (07/08).
Itulah yang membuat Caca sempat mengalami stres saat ia remaja. Semua keluh kesahnya ia tuangkan lewat sebuah video yang kemudian diunggah ke Youtube, dan akhirnya membuat masyarakat geger.
8. Kata Dokter…
Kata Dokter...
[lihat.co.id] – Menurut pengamat kesehatan, dr. Kartono Mohamad, penyuntikan pasien hingga lemas adalah sebuah tindakan wajar dari dokter. Tapi itu berlaku untuk kasus tertentu dan dengan syarat dan prosedur penting sebelum melakukan suntik tersebut.
“Tentang dokter yang memberikan suntikan lemas dan tidak boleh meninggalkan rumah sakit, hal ini biasanya dibolehkan dan sah saja di mana ada kondisi orang tersebut dianggap tidak mengetahui bagaimana kondisi kesehatan atau keselamatan nyawanya,” ungkap penyusun Revisi Undang-Undang No.23/92 Tentang Kesehatan tahun 2001-2004 itu.
Tapi ia mengaku tidak tahu dengan kondisi kesehatan fisik dan psikis Marshanda. Sehingga tidak bisa menyimpulkan apakah tindakan dokter yang menyuntik Marshanda hingga lemas itu benar atau tidak.
9. Langgar UU
Langgar UU
[lihat.co.id] – Menurut dr. Kartono, di masa modern ini paramedis sudah tak lagi memakai sistem pemasungan untuk mereka yang mengalami masalah kejiwaan. Itu dilakukan orang zaman dulu, sebelum ada teknologi yang lebih baik.
Dan menurut dr. Nova Riyanti Yusuf, apa yang dialami oleh Marshanda sudah masuk kategori pelanggaran Undang-Undang. Khususnya Undang-Undang Kesehatan Jiwa yang sudah melarang pemasungan dengan tegas.
“Di dalam UU Kesehatan Jiwa secara tegas dilarang melakukan pemasungan, penelantaran, kekerasan, atau menyuruh orang lain untuk melakukan tindakan tersebut terhadap Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau melakukan tindakan lainnya yang melanggar HAM,” ujar perempuan yang akrab disapa Noriyu itu kepada Antara di Jakarta, Senin (5/8).
10. Tak Takut Disebut Durhaka
Tak Takut Disebut Durhaka
[lihat.co.id] – Selepas dari Rumah Sakit, Marshanda langsung meminta perlindungan dari OC Kaligis dan juga pihak kepolisian. Hingga detik ini, ia masih belum melaporkan ibunya ke pihak berwajib, hanya meminta pengawalan saja.
Semua itu ia lakukan lantaran takut kejadian yang sama berulang kembali. Marshanda pun tak takut disebut durhaka karena sudah membuka masalah ini ke hadapan publik.
Sementara OC Kaligis berharap agar semua pihak yang terkait bisa mendapatkan perlakuan yang adil. Dan dirinya lah yang melaporkan kasus ini ke pihak polisi agar mendapatkan titik terang.
“Saya juga sudah buat laporan di Polres Pusat. Paling nanti ibunya dipanggil, ditanya kenapa bisa begini. Memang benar saya yang laporkan, A1,” ungkap OC Kaligis saat dihubungi via telepon, Senin (04/08).
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Leave a comment

  • Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
    Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
  • email: olshopsorg@gmail.com
    CS1: 08 999 111 565 (WA)
    CS2: 0838 11111 535
    CS3: 0823 11111 535

  • Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.